Jumat, 26 November 2010

Konversi Energi dari Limbah Industri Kertas Tanggulangi Masalah Lingkungan

LIMBAH industri yang tidak termanfaatkan menjadi potensi penumpukan limbah yang cukup besar. Jika tidak segera ditanggulangi dpat menjadi masalah lingkungan.
Limbah industri tersebut seperti serbuk gergaji pada industri pengolahan kayu dan Lumpur pada indistri pembuatan kertas. Juga limbah organic dari tumbuh – tumbuhan seperti sekam padi dan sayur – sayuran, “ kata Ir M Affendi, Peneliti energi dari pusat Penelitian Fisika, LIPI Bandung. Limbah – limbah itu disebut bio massa padat yang dapat dikonversi menjadi energi lain, bio massa padat berfungsi sebagai bahan baker alternative yang diubah menjadi energi uap. Konversi energi ini menggunakan alat Fluidized Bed Combustion atau tungku apung dan Fluidized Bed Boiler.
Sebenarnya pengolahan limbah ini tidak menguntungkan secara ekonomi, tetapi lebh ditujukan sebagai penanggulangan terhadap masalah lingkungan. Cukup biaya yang tinggi untuk membuat alat ini daripada memusnahkan tanpa mengambil manfaatnya maka dipergunakan sistem pemusnahan dengan alay ini.
Dengan alat ini limbah Lumpur dari industri pembuatan kertas dapat dimanfaatkan dan dikonversi menjadi energi lain. Karena masih memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, Lumpur kertas ini dipisahkan terlebih dahulu airnya,dengan cara disedot dan dikurangi kadar airnya hingga 75 % lalu endapannya ini yang dimanfaatkan.
Sedangkan limbah sayuran kurang efisien untuk dimanfaatkan karena banyak sekali mengandung air dan sangat sulit sekali untuk dibakar.
PENGOLAHAN limbah padat lumpur kertas untuk diubah menjadi tenaga uap panas menggunakan alat Fluidized Bed Combustion ( FBC ) atau tungku unggun fluidisasi karena bahan baker yaitu Lumpur kertas yang berasala dari IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ) terus mengalir ke tungku. Disebut tungku apung karena limbah yang dibakar dibakar di dalam tungku apung berkisar antara 400 – 5000C, apabila suhu dibawah 3000C dapat menyebabkan api padam.
Sebelum terjadi pembakaran dengan sendirinya didalam tungku, dilakukan pembakaran awal. Setelah pembakaran didalam tungku berjalan konstan, pembakaran awal tersebut dimatikan. Limbah padat Lumpur kertas ini setelah melalui pembakaran akan menghasilkan zat terbang dan arang. Zat terbang ini terbakar dan menyala dalam waktu singkat dan terlihat sebagai lidah api. Sedangkan pembakaran arang relative lebih lambat. Selanjutnya hasil pembakaran melalui alat penukar kalor atau panas ( heat exchanger ). Hasil pembakaran dan udara diubah menjadi uap yang lebih panas, uap ini yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik ( turbin uap ) atau proses pemasakan diindustri. Proses pemasakan seperti proses digester ( pencerna ) dan heater ( pemanas ) atau dryer ( pengering ). Sedangkan asap hasil pembakaran dibuang melalui cerobong. Nilai kalor proses fluidisasi ini bias mencapai sekitar 3000 kkal / kg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar